BERITA

Perusahaan Diberi Waktu 6 Bulan Pulihkan Lahan Gambut

  • 30 Nov -0001

Badan Restorasi Gambut (BRG) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan pemerintah daerah bahu membahu untuk memulihkan lahan gambut yang rusak. Penguasaan lahan gambut biasanya ada yang berizin atau di bawah kuasa perusahaan dan juga ada yang tidak berizin yang dikelola oleh masyarakat.
 
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, telah mengeluarkan peraturan agar perusahaan menyiapkan sistem pemulihan di lahan-lahan yang terbakar. Perusahaan diharuskan merevisi rencana kerja usaha (RKU).
 
Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Fuad Nazir, mengatakan di dalam aturan, perusahaan diberi waktu 6 bulan untuk membangun sistem, merencanakan dan melaksanakan RKU pemulihan lahan gambut. Selanjutnya tim dari Kementerian LHK dan BRG akan meninjau langsung proses pemulihan. Apakah berhasil atau sebaliknya.
 
“Aturan dari Menteri LHK kan enam bulan harus ada perencanaan dengan sistem yang terbangun. Sebelum pembasahan sudah satu paket mulai merencanakan kemudian melaksanakan. Tiga bulan setelah itu, tim pemerintah, BRG akan datang mengecek. Bagaimana hasilnya. Kalau bagus akan diapresiasi sementara kalau kurang baik akan ditegur,” kata Fuad Nazir, di Jakarta, Senin (20/3/2017).
 
Sebelumnya, KLHK akan bertindak tegas dengan menjatuhkan sanksi mulai pembekuan hingga pencabutan izin usaha bagi perusahaan yang mengabaikan pemulihan lahan gambut.
 
Ada 7 provinsi prioritas untuk pemulihan lahan gambut yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua. Masing-masing di provinsi, penahanan lahan gambut berbeda-beda. Misal, di Papua, lahan gambutnya luas namun kerusakan kecil. Di Riau, lahan gambut yang rusak paling banyak milik perusahaan sementara lahan masyarakat sedikit. Di Kalimantan Tengah, lahan gambut yang paling banyak rusak adalah milik warga ketimbang perusahaan.
 
“Kalau di Kalimantan Barat, lahan gambut yang rusak 50:50 lahan masyarakat dengan perusahaan. Jadi komposisi kepemilikan lahan berbeda dan kerusakan berbeda. Masing-masing punya tantangan,” ujarnya.
 
Cara pemulihan gambut yang paling penting adalah pembasahan lahan sehingga lahan gambut tetap basah.
 
“Kalau pemulihan gambut, pembasahan adalah  strategi penting bahkan sebelum penanaman kembali atau restorasi. Idealnya sebelum penanaman, ekologi hidrologi kebasahan harus dikembali. Kalau gambut sudha basah, pohonnya tidak mati karena terbiasa hidup basah. Kalau ada pohon tumbuh maka akan melindungi gambut di musim kemarau, penguapan berkurang,” jelasnya.
 
Comments
Tags :

Komentar

  • Bapak Imam (contoh)

    Pulihkan Gambut di Indonesia

Kirim komentar